Categories
Default

Awali dengan TEPAT untuk Hasil yang HEBAT

DuPont™ secara perdana merilis Verimark® 200 SC di Desa Banyu – roto, Sawangan, Magelang, Ja wa Tengah (18/4). Acara ini dihadiri oleh Arya Yudas, Marketing Manager PT DuPont Agricultural Products Indo nesia, Sarana Suwito, Gunarso, Arie Atmo jo, dan tim DuPont™ lainnya. Ada sekitar 200 petani dan 20 pemilik kios yang hadir. Suksesmeluncurkan produk Verimark® 200 SC di Jawa Tengah, tim DuPont™ lanjut memperkenalkan produk baru nya di Subang, Jabar, dan Solok, Sumbar (20- 22/4). Selain Verimark® 200 SC, di Sumbar perusahaan tersebut juga me rilis Preza™ 100 OD. Acara yang berlo kasi di Jorong Rimbo Data, Nagari Su ngai Nanam, Lembah Gumanti, Solok, Su matera Barat itu mengundang 300 peserta dan dikunjungi juga oleh Arya Yudas, Arachis Tanjung, Sales Service and Representative, serta tim DuPont™ lainnya.

Pendidikan Perlindungan Tanaman

DuPont™ yang hadir ditengah petani hortikultura tentunya menginginkan petani sukses dan mendapatkan hasil maksimal saat panen. Untuk itu, perusahaan yang intensif mengembangkan produk pengendali hama tersebut melakukan sosialisasi langsung kepada petani bersangkutan.Petani hortikultura, khususnya cabai dan tomat, memang perlu pengetahuan terbaru tentang cara-cara melindungi tanamannya. Insektisida berbahan aktif siantra niliprol secara khusus menyasar hama kutu daun (Myzus persicae), kutu kebul (Bemisia tabaci), dan thrip (Thrips palmi). Ketiga hama itu merupakan vektor pembawa virus. Tanaman yang terinfeksi virus tersebut biasanya daunnya menjadi kuning dan otomatis proses fotosintesis tidak maksimal. Akibatnya, tanaman tidak dapat berproduksi maksimal. “Ada strategi supaya hasil maksimal dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan,” tutur Arya. Dua hari sebelum pindah tanam, lanjut Arya, petani sebaiknya menyemprotkan Verimark® 200 SC. Dosisnya, 25 ml diencerkan dengan 2.500 ml air untuk menyemprot 1.000 bibit.

Untuk menyemprot 4.000 bibit, gunakan 100 ml Verimark® 200 SC yang dicampur dengan 10 liter air. Penyemprotan bibit ini ditengarai dapat menurunkan risiko stres biotik dan sulaman pada saat pindah tanam. Setelah 2 minggu pindah tanam, lanjutkan dengan penyemprotan Preza™ 100 OD. Aplikasinya sebanyak 1 l/ha untuk tanaman tomat dan 1,25 l/ha untuk tanaman cabai. Seperti yang terlihat pada lokasi demo, tanaman menjadi lebih kuat, rimbun, dan pertumbuhannya seragam. Dan tentu saja, hasil serta kualitas panen jadi lebih baik sesuai potensi hasilnya.