Categories
Default

Diolah, Lebih Praktis dan Tahan Lama

Saat ini masyarakat menuntut ke praktisan dan kecepatan dalam meng olah masakan sehingga dari sisi permintaan, produk siap pakai mulai diminati, salah satunya adalah bumbu instan. “Pangsa pasar bumbu instan akan semakin meningkat seiring dengan per geseran pola konsumsi masyarakat, ter utama bawang merah yang hampir dikon sumsi setiap hari,” ujar Muhammad Syakir, Ke pala Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Tawarkan Olahan

Selain untuk konsumsi harian, Syakir mengatakan, permintaan bawang merah saat hari-hari besar keagamaan cenderung melonjak. Tercatat pada 2016, kebutuhan bawang merah berdasarkan prognosis Kementan mencapai 80.04889.615 ton sebulan. Kebutuhan tertinggi terjadi men jelang Hari Raya Idul Fi tri. “Bawang ini tanaman musiman, sedangkan pro duk sinya masih belum tersebar merata ke seluruh wilayah Indonesia jadi membentuk gejolak harga pada waktu tertentu,” tuturnya saat merilis produk inovasi pasca panen bawang merah di Bogor, Jabar, belum lama ini. Sebagai upaya mengatasi kelangkaan bawang merah, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengem bangan Pascapanen (BB Pasca panen) menawarkan solusi teknologi pengolahan.

Risfaheri, Kepala BB Pascapanen menyatakan, pihaknya mengembangkan produk diversifikasi bawang merah berbentuk pasta bawang (shallot paste), bawang iris kering (dried-sliced shallot), dan bawang dalam larutan garam (whole shallot). “Produk diversifikasi ini merupakan solusi praktis dan daya simpannya lama,” ia meyakinkan. Evi Savitri Iriani menimpali, inovasi yang dihasilkan tidak akan berarti jika tidak diterapkan di tengah masyarakat, khususnya para pengguna bawang. “Bawang olahan belum banyak dipikirkan karena ma syarakat kita masih senang mengonsumsi bawang segar,” imbuh Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian BB Pascapanen itu.

Sementara Syakir menekankan, masyara kat harus mulai belajar menggunakan produk bawang olahan. “Selain lebih praktis dan hemat waktu, juga tidak perlu khawatir dengan kelangkaan pasokan maupun fluktuasi harga menjelang hari besar seperti bulan Ramadan. Harus dimulai dari sekarang dan diri sendiri agar kita tidak terus bergantung kepada produk impor,” tandasnya.