Categories
Agribisnis

Merevolusi Data Beras

Pengumuman rencana impor beras seba nyak 500 ribu ton yang disampaikan Men dag Enggartiasto Lukita 11 Januari silam memicu kegaduhan. Pihaknya ti dak ingin berisiko kekurangan stok dan menyatakan impor ini untuk mengisi stok dalam ne geri. Rencana tersebut terealisasi melalui Bulog yang mengimpor 281 ribu ton beras dan mu lai masuk Februari ini.

Hingga 17 Januari 2018, Bulog memiliki stok beras se besar 854.947 ton. Jumlah ini sudah termasuk ca dangan beras pemerintah (CBP) 134.646 ton. Pada hal status dikatakan aman bila pemerintah me nyim pan stok beras sekitar 1 juta ton pada akhir tahun. Banyak pihak lantas mempertanyakan klaim surplus Kementerian Pertanian di tengah harga beras yang terus merangkak naik sejak November 2017.

Bahkan Bulog sampai melakukan tiga kali operasi pasar (OP) sejak November 2017 hingga Januari 2018. Namun, harga masih tetap tinggi. Pada akhir Januari, harga baru beranjak turun. Perbedaan Data Sebelumnya, secara resmi Badan Ketahanan Pa ngan Kementan menyampaikan pada 2017 Indone sia surplus beras 17,6 juta ton. “Penyampaian tentang surplus beras ke publik ini cukup membingung kan. Jika surplus 17,6 juta ton benar-benar ada, ha rus nya gudang Bulog yang berkapasitas 4 juta ton me nyimpan berasnya di luar gudang,” gugat Dwi An dreas Santosa, Profesor di Fakultas Pertanian IPB da lam diskusi publik “Mudah Mainkan Data Pangan” di Jakarta (18/1).

Andreas mencermati perbedaan data produksi be ras Kementan dengan USDAForeign Agricultural Ser vice (FAS-USDA) pada rentang waktu 2015-2017. Pa da 2015 selisih data Kementan dengan FAS-USDA se besar 23,6%, 2016 sebesar 25,2%, dan 2017 sebesar 27,9%. Menurut Andreas, untuk meningkatkan produksi se besar 1% saja Indonesia sudah ngos-ngosan. “Ini ada perbedaan data hingga 27,9%. Jadi ini persoalan besar.

Sering saya kemukakan, tolong perbaiki ter kait data ini. Kalau masih amburadul, tata pangan ki ta juga amburadul,” kritik Ketua Asosiasi Bank Benih Ta ni Indonesia (AB2TI) ini. Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) yang ber tanggung jawab menyediakan data, sejak 2016 tidak merilis data produksi. Hal itu diakui Kecuk Suhar yan to, Kepala BPS, dalam acara bincang-bincang di salah satu televisi swasta. Dia beralasan, saat menyusun neraca beras pada 2015 pi hak nya menemukan indi kasi kelebihan estimasi (overestimate).

Terkait harga, pihaknya ju ga sudah melihat kenaik an harga sejak September dari proses pengumpulan data harga beras dari 82 kota serta harga gabah dari level petani dan peng gi ling an. Data ini dikaitkan de ngan kontribusi harga be ras terhadap inflasi bulanan. Tinjauan Lapang Gonjang-ganjing harga be ras membuat Ombuds man Indonesia turun ke ke lapangan pada 10-12 Ja nuari 2018. Ombudsman menduga ada gejala maladministrasi dalam pengelolaan data stok. “Kami melakukan survei di 31 provinsi. Hasilnya, stok beras pas-pasan dan tidak merata,” ungkap Ahmad Alam syah Saragih, anggota Ombudsman Indonesia pada diskusi data pangan tersebut (15/1).

Ombudsman juga melakukan verifikasi ke Bulog. Hasil survei itu dituangkan dalam peta. Dalam peta ini ada lima kategori warna indikator yang berkaitan dengan pasokan dan harga. Warna merah merupa kan daerah dengan pasokan beras yang menurun dan ada kenaikan harga di atas harga eceran ter tinggi (HET). Wilayah Pantai Utara Jawa yang termasuk pemasok utama wilayah DKI Jakarta tercantum berwarna me rah. Menanggapi data ini, Andreas menghubungkan de ngan terjadinya serangan wereng batang cokelat (WBC) yang cukup berat.

Tingkat kerusakan di wila yah yang terserang sekitar 25%-60%. Menurut para anggota AB2TI, kerusakan akibat wereng batang co ke lat ini terbilang paling parah dalam 10 tahun terakhir. Menyoroti hal tersebut, Husnain, Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah) yang juga penanggung ja wab Upsus Pajale Indramayu menyatakan, kejadian merebaknya serangan wereng sudah lewat. “Se jak Agustus 2017, pemerintah sudah memberikan bantuan dan contoh bagi petani untuk menanggulangi wereng dan virus,” jelasnya melalui aplikasi pesan instan (31/1).

Pantauan di PIBC Kondisi pasokan di ibukota bisa tercermin di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang selama ini menjadi barometer Jakarta. Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya menjelaskan, Jakarta memiliki sistem peringatan dini (early warning system). “Ada grafik sederhana dan jika terlihat ada kenaikan harga kita sudah bisa identifikasi,” jelasnya. Sejak Oktober sudah terlihat kenaikan harga 10% lebih dari 7 hari. Saat itulah seharusnya Gubernur DKI bisa meminta Mendag untuk melakukan ope rasi pasar (OP).

Memang Bulog melakukan OP yang menurunkan harga beras medium, 7 November – 1 Januari (lihat grafik IR 64 III). PIBC, lanjut Arif, harus selalu menjaga stok di level 30 ribu ton. Angka tersebut dianggap sebagai ba tas aman stok meski ada arus keluar dan masuk be ras PIBC. Saat itu pihaknya membutuhkan stok sampai 75 ribu ton untuk stabilisasi Jakarta.

Jumlah ini disiapkan sebagai ca dangan beras untuk kebutuhan bencana seperti ban jir hingga gagal panen. Bebenah Data Pascagaduh itu, rapat ko or dinasi terbatas di Ke men ko Perekonomian menghasilkan kesepakatan BPS sebagai satu-satunya sumber data produksi. Pada Mei-Agustus 2017, masih menurut Kecuk, BPS membangun metodologi pe ngum pulan data yang setransparan mungkin de ngan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta menggandeng seluruh ekonom dan pemangku kepentingan terkait. Kadarmanto, Kasubdit Statistik Tanaman Pangan BPS menambahkan, kedua belah pihak mengembangkan perbaikan metode pengumpulan data tanaman pangan dengan penyusunan Kerangka Sampel Area (KSA) dan teknologi pengiriman data dan server. Pelaksanaannya, kata Kecuk, dengan meng-overlay empat peta, yaitu peta lahan baku, peta tutupan lahan, peta rupa bumi, dan peta administrasi.

Dari peta itu diambil sejumlah petak sawah untuk sampel dengan titik-titik pengamatan. Pada minggu terakhir setiap bulan, BPS akan menerjunkan petugasnya ke satu juta titik pengamatan. Dari laporan petugas inilah data diolah sehingga diharapkan menghasilkan data produksi yang lebih kredibel