Categories
Default

Optimisme Swasembada Jagung 2017

Selain sebagai bahan pangan, jagung juga dibutuhkan untuk bahan baku pakan dan energi, seperti pakan ternak dan bahan bakar ra mah lingkungan. Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), industri pakan saja mem butuhkan sekitar 8 juta ton pada 2015. Menurut Askam Sudin, jumlah ini un tuk memproduksi pakan ternak seba nyak 15,9 juta ton. “Lima puluh persen kebutuhan produk pakan berasal dari jagung. Jadi, tahun 2015 butuh sekitar 8 juta ton jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak,” ujar Se kretaris Eksekutif GPMT itu. Lantaran kebutuhan nasional yang sangat besar, emas pipilan ini menjadi salah sa tu komoditas yang ditargetkan pemerintah agar bisa swasembada pada 2017.

Kesepakatan Pembelian

Askam menjelaskan, kebutuhan jagung sebesar 8 juta ton sempat terham bat lantaran dua tahun lalu Kemen terian Pertanian (Kementan) seca ra tiba-tiba menyetop impor jagung. “Menjelang lebaran, kita tidak boleh impor walaupun jagung itu sudah ada di kapal,” ungkapnya. Menyiasati kelangkaan jagung, produsen pakan meng impor feed wheat (gandum pakan) sebagai subtitusi. Sampai Juli 2016 impor jagung hanya 800 ribu ton. Namun, diikuti impor gandum yang sudah mencapai 1 juta ton.

Kebutuhan jagung pakan tahun lalu mencapai 8,5 juta ton. Angka tersebut merujuk pada produksi pakan 2016 yang diprediksi menembus 17,2 juta ton. Sementara, ungkap Askam kepada AGRINA, “Target (produksi pakan ternak) 2017 naik sebesar 6%-8%.” Lantas, solusi untuk mengatasi pintu impor jagung yang ditutup, pelaku usaha menyiasati bahan baku melalui kesepa katan pembelian dengan petani. Untuk memenuhi target swasembada jagung pada 2017, Kementerian Pertanian, menurut Mentan Andi Amran Sulaiman, menggelontorkan dana sebanyak Rp1,2 triliun sepanjang Oktober – Desember sebagai sistem penambahan luas tanam jagung di luar reguler. Luas tanam tambahan ini men capai 724 ribu ha yang tersebar di 19 provinsi.

Pihak GPMT menyarankan agar direalisasikan 10 provinsi terlebih dahulu. Askam beralasan, 10 provinsi itu produksi bahan baku pakan bisa berdekatan dengan pabrik pakan ternak. Praktisi senior bidang perunggasan itu menganalisis, dari sekitar 724 ribu ha lahan yang dicanangkan Mentan, bisa menghasilkan 5 ton/ha. Sehingga, akan ada sekitar 3,5 juta ton jagung yang dipanen. “Tahun lalu kita impor jagung hampir 3 juta ton. Kalau swasembada itu tercapai, berarti sudah ter tutup dan tidak perlu impor,” paparnya